HIV-(Pengertian, Penyebab, Faktor, Gejala Tipe) TERLENGKAP!
HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.
Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya dan sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.
TIPE HIV
Virus HIV terbagi menjadi 2 tipe utama, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing tipe terbagi lagi menjadi beberapa subtipe. Pada banyak kasus, infeksi HIV disebabkan oleh HIV-1, 90% di antaranya adalah HIV-1 subtipe M. Sedangkan HIV-2 diketahui hanya menyerang sebagian kecil individu, terutama di Afrika Barat.
PENYEBAB
Penularan HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain.
Hal ini dapat terjadi melalui berbagai cara, antara lain:
1. Hubungan seks. Infeksi HIV dapat terjadi melalui hubungan seks baik melalui vagina maupun dubur (anal)
2. Berbagi jarum suntik. Berbagi penggunaan jarum suntik dengan penderita HIV dapat membuat seseorang tertular HIV.
3. Transfusi darah. Penularan HIV dapat terjadi saat seseorang menerima donor darah dari penderita HIV.
4. HIV menular dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya.
5. HIV menular pada anak juga dapat terjadi pada proses melahirkan, atau melalui air susu ibu saat proses menyusui.
HIV tidak menyebar melalui kontak kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan penderita HIV. Penularan juga tidak terjadi melalui ludah, kecuali bila penderita mengalami sariawan, gusi berdarah, atau terdapat luka terbuka di mulut.
FAKTOR RESIKO TERTULAR HIV
Risiko tertular HIV juga lebih tinggi pada individu dengan sejumlah faktor, di antaranya:
1. Hubungan seks tanpa mengenakan kondom. Risiko penularan akan lebih tinggi melalui hubungan seks anal, dan hubungan seks dengan berganti pasangan.
2. Menderita infeksi menular seksual. Sebagian besar infeksi menular seksual menyebabkan luka terbuka di kelamin penderita, sehingga meningkatkan risiko tertular HIV.
3. Berbagi suntikan. Pengguna NAPZA suntik umumnya berbagi jarum suntik dalam menggunakan narkoba.
GEJALA HIV AIDS
Berat badan turun tanpa diketahui sebabnya.
Berkeringat di malam hari.
Bercak putih di lidah, mulut, kelamin, dan anus.
Bintik ungu pada kulit yang tidak bisa hilang. Keluhan ini kemungkinan menandakan adanya sarkoma Kaposi.
Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
Diare kronis.
Gangguan saraf, seperti sulit berkonsentrasi atau hilang ingatan.
Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina.
Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.
Mudah marah dan depresi.
Ruam atau bintik di kulit.
Sesak napas.
Tubuh selalu terasa lemah.
PENYAKIT KOMPLIKASI HIV DAN AIDS
1 Tuberculosis/TB ( infeksi paru-paru yang sering menyerang penderita HIV, bahkan menjadi penyebab utama kematian pada penderita AIDS.)
2. Toksoplasmosis ( infeksi parasit yang dapat memicu kejang bila menyebar ke otak.)
3. Cytomegalovirus. ( infeksi yang disebabkan oleh salah satu kelompok virus herpes yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, dan paru-paru.)
4. Candidiasis. ( infeksi jamur Candida sebagai parasit yang menyebabkan ruam pada sejumlah area tubuh yang hidup di sistem pencernaan.)
5. Meningitis kriptokokus. ( peradangan pada selaput otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh jamur.)
6. Wasting syndrome. ( kondisi ketika penderita AIDS kehilangan 10% berat badan yang disertai diare dan demam kronis)
7. HIV-associated nephropathy (HIVAN). (peradangan pada saringan di ginjal yang menyebabkan gangguan untuk membuang limbah sisa metabolisme dari tubuh.)
8. Gangguan neurologis.( kondisi seperti depresi, mudah marah, bahkan sulit berjalan dan demensia.)
DIAGNOSIS HIV DAN AIDS
melakukan Skrining yaitu dengan mengambil sampel darah atau urine pasien untuk diteliti di laboratorium.
Jenis skrining untuk mendeteksi HIV adalah:
1. Tes antibodi. Tes ini bertujuan mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi HIV. Meski akurat, perlu waktu 3-12 minggu agar jumlah antibodi dalam tubuh cukup tinggi untuk terdeteksi saat pemeriksaan.
2. Tes antigen. Tes antigen bertujuan mendeteksi p24, suatu protein yang menjadi bagian dari virus HIV. Tes antigen dapat dilakukan 2-6 minggu setelah pasien terinfeksi.
PENGOBATAN HIV DAN AIDS
Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV). ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri, dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4.
Beberapa jenis obat ARV, antara lain:
Efavirenz
Etravirine
Nevirapine
Lamivudin
Zidovudin
PENCEGAHAN
Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV. Meskipun demikian, infeksi dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:
Gunakan kondom yang baru tiap berhubungan seks, baik seks melalui vagina atau melalui dubur. Bila memilih kondom berpelumas, pastikan pelumas yang berbahan dasar air. Hindari kondom dengan pelumas yang berbahan dasar minyak, karena dapat membuat kondom bocor. Untuk seks oral, gunakan kondom yang tidak berpelumas.
Hindari berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan.
Beri tahu pasangan bila Anda positif HIV, agar pasangan Anda menjalani tes HIV.
Diskusikan kembali dengan dokter bila Anda didiagnosis positif HIV dalam masa kehamilan, mengenai penanganan selanjutnya dan perencanaan persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke janin.
Bagi pria, disarankan bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
Komentar
Posting Komentar